Perbedaan mikrokontroler dan mikroprosesor

Perbedaan mikrokontroler dan mikroprosesor

Halo sobat beetrona Kita pasti sudah familiar dengan dua istilah penting dalam dunia teknologi yaitu mikroprosesor dan mikrokontroller. oke mari kita bahas satu-satu, jangan keman-mana baca sampai selesai ya! Hampir semua sistem, digital yang kompleks di dunia ini dikontrol oleh mikroprosesor dan mikrokontroller. Contohnya saja komputer yang menggunakan prosesor intel core i7 dan Smartphone Xiaomi yang menggunakan Prosesor snapdragon. Namun, apa pengertian dari mikroprosesor dan mikrokontroller ? apa perbedaan keduanya ? bagaimana sistem dibangun dari sebuah mikroprosesor dan mikrokontroller ?

Sebelum kita mempelajari pengertian mikroprosesor dan mikrokontroller terlebih dahulu kita harus tau apa itu sistem. bicara tentang mikrokontroler coba baca jenis-jenis arduino Sistem adalah kumpulan berbagai hal yang saling terhubung membentuk satu kesatuan. Sistem berasa dari bahasa latin systema, yang berarti berhubungan. Sistem telah menjadi bagian dari kehidupan kita. Sistem diterapkan pada semua bidang ilmu, karena merupakan penggambaran interaksi antara elemen elemen yang menyusun sistem tersebut.

A.  Mikrokontroler

Sudah tidak asing lagi mikrokontroler dan mikroprosesor apa lagi bagi orang yang sudah bekerja didunia elektronika, Mikrocontroller didesain untuk melakukan tugas spesifik. Jika diibaratkan, maka mikrocontroller dapat dilihat sebagai sebuah komputer mini dalam satu chip IC. Biasanya, mikrocontroller sangat fenomel biasanya digunakan pada projek-projek yang membutuhkan pengontrolan langsung dari user. Karena telah merangkap komponen-komponen penting sebuah komputer berupa RAM, ROM, I/O dan perangkat periheral dalam satu IC, maka tidak diperlukan lagi adanya perangkat peripheral dan rangkaian tambahan bagi mikrocontroller untuk dapat bekerja. Hal inilah yang membuat mikrocontroller banyak digunakan dalam pengaplikasian sistem tertanam.

Contoh Microcontroller yang banyak ditemukan di pasaran yaitu Arduino UNO dengan IC Atmega328 dan variasi lain dari Arduino, Selain itu ada Atmel ATmega169, Cypress PsoC chips, dsb.

Mikrokontroller adalah sebuah Chip yang didalamnya terdapat sebuah mikroprosesor yang telah dilengkapi dengan RAM, ROM, I/O Port, Timer dan Serial COM dalam satu paket. Dengan kata lain, Kita tidak perlu lagi menambahkan komponen penunjang untuk bekerja. Biasanya sebuah mikrokontroller tinggal disambungkan ke sumber daya dan ditambah sebuah Clock eksternal, namun bisa juga menggunakan Clock internal dari IC.

Ada 4 keluarga mikrokontroller yang utama diantaranya

1. Keluarga AVR
Mikrokontroller keluarga AVR adalah mikrokontroller yang dikembangkan oleh Perusahaan Atmel. Istilah AVR ada yang mengartikan sebagai Advanced Virtual Risc, ada pula yang mengartikan sebagai Alv-Vegard Risc. Mikrokontroller AVR memiliki beberapa tipe diantaranya AVR AT Classic, AVR AT Tiny, AVR ATMega, dan AVR Special Purpose.

2. Keluarga MCS 51
MCS 51 ini termasuk dalam keluarga mikrokonktroler CISC (Complex Instruction Set Computer). Artinya, proses pengolahan data dalam mikrokontroller ini berupa berbagai instruksi yang complex. Mikrokontroller MCS 51 merupakan mikrokontroller 8 bit yang diproduksi oleh Perusahaan Atmel dan Intel.

3. Keluarga PIC
PIC adalah singkatan dari Programable Interface Controller. PIC termasuk keluarga mikrokonktroler berarsitektur Harvard yang dibuat oleh Microchip Technology. Awalnya dikembangkan oleh Divisi Mikroelektronik General Instruments dengan nama PIC1640.

4. Keluarga ARM
arsitektur ARM mikrokontroller dengan arsitektur 32 bit. Arsitektur ARM diimplementasikan pada Windows, Unix, dan sistem operasi mirip Unix, termasuk Apple iOS, Android, BSD, Inferno, Solaris, WebOS, Plan 9 dan GNU / Linux. Advanced RISC Machine awalnya dikenal sebagai Mesin Acorn RISC.

B.  Mikroprosesor

Mikroprosesor adalah sebuah chip (IC=Integrated Circuits) yang di dalamnya terkandung rangkaian ALU (Arithmetic-Logic Unit), rangkaian CU (Control Unit) dan kumpulan register-register. Mikroprosesor disebut juga dengan CPU (Central Processing Unit) yang digunakan sebagai otak/pengolah utama dalam sebuah sistem komputer.

Sebuah Mikroprosesor tidak dapat menjalankan sebuah sistem secara langsung. Mikroprosesor harus ditambahkan komponen lain seperti RAM, ROM, Clock, Serial Com Port untuk dapat bekerja. Dengan kata lain, mikroprosesor tidak dapat berdiri sendiri, namun harus didukung komponen lain. Mikroprosesor pertama yang diproduksi adalah mikroprosesor 4bit dari intel yang diberi nama Intel 4004, lalu dikembangkan menjadi Intel 4008, lalu dikembangkan lagi ,menjadi 8 bit dengan diproduksinya seri 8008 dan 8085.

Mikroprosesor dalam perkembangannya dibagi menjadi 4 jenis yaitu :

a. Bit Slices Prosesor : Perancangan CPU dengan menambahkan jumlah irisan bit(slices) untuk aplikasi-aplikasi tertentu, biasa digunakan istilah CPU custom.

b. General Purpose CPU : CPU untuk tujuan umun atau mikrokomputer.

c. I/O Prosessor : Prosesor khusus yang berfungsi menangani input/output membantu prosesor utama.

d. Dedicated/Embedded Controller : Membuat mesin menjadi smart, seperti : mesin cuci, mesin Fotokopi, oven, mesin jahit, dan microwave. Prosesor jenis ini lebih populer disebut mikrokontroler.

Fungsi Mikroprosesor

Fungsi utama Mikroprosesor adalah sebagai unit control yang mengendalikan seluruh kerja sistem mikroprosesor. Fungsi lainnya adalah :

  1. Mengambil instruksi dan data dari memori.
  2. Memindah data dari dan ke memori.
  3. Mengirim sinyal kendali dan melayani sinyal interupsi.
  4. Menyediakan pewaktuan untuk siklus kerja sistem mikroprosesor.
  5. Mengerjakan operasi logika dan aritmetika.

Perbedaan mikrokontroler dan mikroprosesor

MIKROPROSESOR

  • Tidak terdapat RAM, ROM COM PORT dan IO
  • Spesifikasi sistem dapat ditingkatkan (Upgrade)
  • Harga sebuah sistem Relatif mahal
  • Kemampuan yang lebih tinggi
  • Dapat mengolah data yang banyak
  • Mudah dalam maintenance dan repair

MIKROKONTROLLER

  • Sudah terdapat RAM, ROM, COM Port dan IO
  • Spesifikasi sistem tdak dapat diubah (FIx)
  • Harga sebuah sistem Relatif Murah
  • Kemampuan yang terbatas
  • Mengolah lebih sedikit data
  • Satu kerusakan sistem maka mikrokontroller tidak dapat digunakan sama sekali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *