Mengintip Cara Kerja Transistor BJT dan FET yang Perlu Anda Tahu

Mengintip Cara Kerja Transistor BJT dan FET yang Perlu Anda Tahu

Pada umumnya, transistor akan terbagi menjadi dua jenis kategori, diantaranya adalah Field Effect Transistors ( FET ) dan juga Bipolar Junction Transistor ( BJT ). Tentu saja kedua jenis transistor tersebut akan memiliki prinsip kerja yang berbeda. Berikut ini akan diulas bagaimana cara kerja transistor BJT dan FET.

Bagaimana Cara Kerja Junction Field Effect Transistor?

Sebelum mengenal bagaimana cara kerja dari transistor jenis ini, maka anda perlu untuk mengetahui terlebih dahulu tentang pengertiannya. FET atau Field Effect Transistor merupakan salah satu jenis transistor yang memakai tegangan pada terminal inputnya. Pada istilah rangkaian listrik atau elektronika, maka hal ini disebut dengan gerbang atau gate.
Fungsi gerbang itu sendiri adalah untuk mengontrol arus yang mengalir. Dimana dimulai dari terminal komponen transistor. Yang mana akan menghasilkan tegangan input sebanding dengan arus keluar. Sehingga, komponen satu ini pun kerap kali dikatakan sebagai salah satu transistor yang mampu untuk mengatur tegangan.

Untuk cara kerja transistor jenis FET ini memiliki karakteristik yaitu adanya tiga kaki terminal semikonduktor yang searah. Selain itu, juga mempunyai karakteristik lainnya yang hampir serupa dengan transistor jenis BJT. Dimana karakteristik tersebut adalah memiliki penggunaan yang cukup praktis, mempunyai efisiensi kerja yang cukup tinggi dan juga murah serta tahan lama.

Tak hanya itu saja, transistor jenis ini juga bisa digunakan di hampir seluruh perangkat elektronik yang ada. Untuk ukurannya sendiri, transistor ini memiliki ukuran yang lebih kecil jika dibandingkan dengan transistor jenis BJT. Selain itu, juga mempunyai penggunaan daya yang lebih kecil. Dengan begitu, akan membuat transistor jenis ini cocok dan bisa digunakan di dalam rangkaian logika digital.

Cara Kerja Dari Transistor Bipolar Junction Transistors

Setelah memahami bagaimana cara kerja transistor jenis FET, maka saatnya beralih menuju ke transistor jenis BJT. Jenis satu ini sering kali dipakai untuk menguatkan sinyal pada listrik. Tak hanya itu saja, Bipolar Junction Transistor atau yang kerap kali disebut dengan BJT adalah salah satu komponen dari semi konduktor yang memiliki tiga terminal semikonduktor.

Ketiga terminal tersebut terdiri dari basis, emitor dan juga kolektor. Untuk karateristik dari BJT ini sendiri adalah mampu untuk mengkonversikan arus menjadi arus. Dan untuk transistor BJT sendiri juga akan memerlukan arus input. Hal ini tentu saja akan berbeda dengan transistor jenis FET yang tidak perlu atau tidak membutuhkan arus input.

Dengan mengetahui sekilas tentang pengertian dan juga karakteristik dari transistor jenis ini, maka anda juga perlu untuk mengetahui cara kerja transistor BJT. Untuk prinsip kerjanya adalah pada komponen aktif dan juga tiga terminal yang dibuat dari bahan yakni semi konduktor yang berbeda. Disini keduanya akan bertugas sebagai konduktor atau isolator.
Yang mana menggunakan tegangan yang berasal dari sinyal kecil. Dengan adanya kemampuan dari transistor dalam membuat komponen, maka anda pun akan sering menemukan cara kerjanya pada perangkat sehari hari. Sebut saja seperti yang ada di dalam saklar atau pada elektronik digital. Serta anda juga bisa menemukannya pada elektronika analog.

Dengan mengetahui bagaimana cara kerja dari transistor jenis BJT dan juga FET akan membuat anda semakin tahu dan mengerti. Meskipun keduanya memiliki cara kerja yang tidak jauh berbeda, akan tetapi pada kedua jenis transistor tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. Sehingga anda juga perlu untuk memahaminya.

 

ORDER KOMPONEN :

TRANSISTOR 

RESISTOR 

KAPASITOR 

DIODA

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *