Mengenal Rangkaian Kapasitor Lengkap Dengan Cara Hitungnya

Mengenal Rangkaian Kapasitor Lengkap Dengan Cara Hitungnya

Tidak hanya resistor, Kapasitor juga bisa dirangkai satu dengan lainnya sehingga bisa mendapatkan nilai kapasitas yang dikehendaki. Dalam rangkaian kapasitor ini akan dibedakan menjadi 3 yaitu rangkaian seri, paralel dan campuran. Masing masingnya memiliki rumus tersendiri untuk tahu nilai kapasitasnya. Untuk lebih jelasnya, simak ulasannya berikut.

1. Rangkaian Seri
Rangkaian seri merupakan rangkaian pada kapasitor yang dilakukan dengan cara menyambungkan kaki kaki dari kapasitornya. Seperti halnya pada hambatan pada resistor, rangkaian pada kapasitor memiliki aturan yang berbeda. Bahkan bisa dikatakan jika aturannya berkebalikan dengan aturan pada resistor.

Rangkaian seri akan dibuat dengan bejajar sehingga kapasitas totalnya bisa dihitung dengan menggunakan yang sederhana. Yakni menjadi rumus untuk menghitung rangkaian ini. Memang tidak seperti resistor yang hanya perlu menambahkan semuanya. Dan untuk menghitung rangkaian kapasitor seri, akan sama dengan menghitung hambatan pada rangkaian paralel.

Perlu diketahui dalam rangkaian seri, arus pengisiannya akan sama karena aliran yang mengalir didefinisikan dalam = yang artinya sama saja. Dua maupun lebih kapasitor yang dirangkai secara seri maka akan selalu memiliki jumlah muatan yang sama pada seluruh plat yang dimilikinya. Sehingga bisa dikatakan jika muatan akan konstan dan juga sama.

Selain itu dalam penurunan tegangan kapasitor akan ditentukan dari nilai kapasitor yang hanya berperan sebagai V=Q:C. Nilai kapasitansi yang kecil bukan berarti tegangannya akan kecil, justru malah lebih besar. Begitu juga sebaliknya, nilai kapasitas yang besar akan menjadikan nilai penurunan tegangannya juga lebih kecil.

 

2. Rangkaian Paralel
Dinamakan dengan rangkaian paralel jika sebuah kapasitor dihubungkan dengan cara paralel pada kedua terminal, dan masing masing terminal akan saling terhubung. Dimana dalam rangkaian kapasitor ini tegangan atau VC yang akan terhubung dalam semua kapasitor adalah sama. Tak hanya kapasitor secara paralel juga akan memiliki tegangan umum yang seluruhnya.

Bisa dijabarkan dalam bentuk Vc1= Vc2=Vc3 = Vab= 12 V. Sementara untuk mencari nilai hambatan total, perlu menggunakan rumus c total= c1+c2+c3 dst. Cara penghitungan ini begitu sederhana, karena hanya perlu untuk menambahkan. Dan ini berkebalikan dengan cara menghitung hambatan pada resistor.

Hanya saja untuk menambahkan kapasitor dengan cara paralel, maka semua C harus dikonversikan pada unit kapasitansi yang sama. Selain itu, anda juga dapat mendefinisikan bahwa kapasitansi total pada rangkaian paralel dari muatan coulumb akan disimpan dan bisa menggunakan persamaan Q=CV. Untuk lebih memahami, langsung saja gunakan untuk kerjakan sebuah soal.

3. Rangkaian Campuran
Gabungan antara kedua rangkaian seri dan paralel inilah yang kemudian dikenal dengan rangkaian campuran. Untuk menyelesaikan nilai kapasitasnya, sebenarnya tidak ada rumus tersendiri. Hanya perlu mengetahui cara menghitung secara paralel dan seri. Sehingga harus mencari satu per satu dari masing masing hambatan rangkaian kapasitornya.

Namun untuk memudahkan, perlu diketahui jika mencari nilai kapasitas pada kapasitor sangat berbeda dengan jika menghitung resitor. Apalagi rangkaian dirangkai seri paralel maka harus mencari nilai kapasitas serinya lebih dahulu. Begitu juga jika rangkaiannya paralel seri, maka sebaiknya mencari nilai kapasitas paralelnya lebih dahulu baru yang seri.

Itulah sekilas tentang rangkaian pada kapasitor yang bisa dijelaskan. Masing masingnya memiliki ciri yang berbeda sehingga harus lebih jeli untuk membedakannya. Apalagi rumus keduanya juga berbeda, begitu juga dengan bentuknya. Untuk lebih memahami tentang kapasitor, ada baiknya untuk banyak mengaplikasikan rumusnya pada soal soal yang relevan.

==>>KAPASITOR TERBAIK

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *