Mampu Menunjang Perancangan Internet of Thing, Berikut 5 Jenis Sensor Beserta Fungsinya

Mampu Menunjang Perancangan Internet of Thing, Berikut 5 Jenis Sensor Beserta Fungsinya

Sensor merupakan salah satu alat yang berguna untuk mendeteksi sesuatu hal. Untuk pendeteksinya sendiri, dapat berupa kecepatan, suhu, hingga mengukur besaran atau magnitude pada sesuatu. Di dalam perancangan dari Internet of Thing, tentu saja akan erat kaitannya dengan sensor. Berikut adalah jenis sensor yang perlu anda ketahui.

Beragam Macam Sensor Dan Juga Fungsinya Yang Perlu Anda Tahu

1. Sensor Analog
Pertama, anda bisa mengenal sensor analog yang mana akan menghasilkan sinyal output yang bersifat kontinyu atau yang bisa dikatakan berkelanjutan. Umumnya, sinyal keluaran kontinu ini akan dihasilkan oleh sensor analog tersebut akan memiliki perbandingan lurus terhadap pengukuran.

Ada beberapa parameter analog yang perlu anda tahu, mulai dari tegangan, suhu, pergerakan, tekanan dan juga lain sebagainya. Untuk contohnya sendiri adalah sensor kecepatan, akselerometer, sensor tekanan, sensor suhu hingga sensor cahaya. Sehingga, jenis dari sensor satu ini akan sangat erat sekali dengan kehidupan.

2. Sensor Aktif
Jenis sensor selanjutnya adalah sensor aktif. Untuk sensor ini sendiri merupakan sensor yang mampu menghasilkan sinyal output yang mana tidak membutuhkan pasokan listrik dari pihak eksternal. Untuk contohnya sendiri yakni Termokopel atau Thermocouple yang nantinya akan menghasilkan nilai tegangan yang sesuai dengan suhu maupun panas yang diterimanya.

3. Sensor Digital
Sedangkan untuk jenis lainnya, maka anda juga akan mengenal sensor digital. Sekilas mengenai jenis satu ini adalah sensor yang menghasilkan sinyal keluaran diskrit. Untuk sinyal tersebut akan bersifat non kontinu, yang mana untuk waktunya dapat direpresentasikan dalam satuan bit.

Umumnya, pada sebuah sensor digital akan memiliki beberapa bagian. Bagian tersebut terdiri dari kabel, sensor dan pemancar. Untuk sinyal yang mengalami pengukuran nantinya akan bisa ditampilkan pada format digital. Dan output digital tersebut dapat terlihat dalam bentuk logika 0 ataupun logika 1, yang mana dapat ditandai dengan ON atau OFF.

Untuk sinyal fisik yang diterima dari jenis sensor satu ini nantinya akan dikonversi sehingga menjadi sinyal digital. Dan di dalam sensor satu ini, tanpa memiliki adanya komponen eksternal. Sedangkan kabel yang biasa digunakan oleh sensor digital adalah transmisi jarak jauh. Sensor ini dapat anda temui pada akselerometer digital atau digital accelerometer, sensor suhu digital, dan lainnya.

4. Sensor Aktif
Sensor aktif merupakan salah satu dari sensor yang butuh sumber daya eksternal agar bisa tetap beroperasi. Dan untuk sifat fisik dari sensor satu ini pun bervariasi, hal ini dikarenakan sehubungan dengan efek eksternal yang diberikannya. Selain itu, jenis dari sensor ini juga kerap kali disebut dengan sensor pembangkit otomatis atau Self Generating Sensors.

5. Sensor Cahaya
Sensor cahaya merupakan salah satu jenis sensor analog. Jenis satu ini akan berguna untuk mendeteksi adanya jumlah cahaya yang nantinya mengenai sensor tersebut. Untuk sensor satu ini juga bisa dikategorikan kembali menjadi beberapa jenis, sebut saja seperti fotosel, Cadmium Sulfide dan juga foto resistor.

Selain itu, ada pula LDR atau Light Dependent Resistor yang dapat berguna sebagai sensor cahaya analog. Fungsinya adalah mampu untuk menghidupkan ataupun mematikan beban dengan otomatis. Hal tersebut dapat terjadi lantaran atau berdasarkan intensitas dari cahaya yang diterima oleh sensor tersebut.

Itulah beberapa jenis dari sensor yang perlu anda tahu. Dengan mengetahui berbagai macam jenis tersebut akan mampu membuat anda bisa memilih sensor sesuai dengan yang dibutuhkan. Hal ini disebabkan sensor tersebut akan bekerja sesuai dengan jenis dan fungsinya masing masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *