Belajar Elektronika dengan benar untuk Pemula

Belajar Elektronika dengan benar untuk Pemula

Belajar elektronika sangat mudah bagi yang bersekolah di jurusan elektro tetapi di jaman teknologi saat ini siapa saja bisa belajar jika ada kemauan , apa lagi sekarang teknologi internet benar2 membuat perubahan di dunian ini,  makan dari itu yuk mari kita sama2 belajar elektronika, disini kami Beetrona merupakan Toko elektronika dan listrik kekinian yang ada di kota yogyakarta, toko beetrona menyediakan segala macam komponen elektronika yang sangat penting dan toko beetrona ini merupakan solusi untuk mahasiswa elektronika di indonesia khsusunya mahasiswa yang ada di kota Yogyakarta. kami siap melayani pembelian online maupun offline, jika anda mahasiswa atau para penggemar robotika yang sedang mencari komponen elektronika datang lah ke toko beetrona jika anda ingin membeli secara offline , apabila anda ingin membeli secara online toko beetrona juga tersedia di Marketplace Shopee dan Tokopedia.

Fungsi elektronika

Sekarang kita langsung saja membahas tentang Belajar Elektronika dengan benar untuk Pemula karena banyak sekali blog yang membahas elektronika tetapi kurang jelas maka kami lah solusinya hehe, elektronika yang wajib kalian ketahui dasarnya , apalagi kalian seorang mahasiswa teknik elektronika maka wajib mengetahui dasar elektronika yang akan di jelaskan di bawah ini, oke siapkan mata dan alat tulis bila perlu siapin kopi dulu bro hehe …

Sebenarnya belajar elektronika untuk pemula bisa kalian pelajari di mana saja , khususnya internet yang banyak sekali menyediakan berbagai tutorial , untuk menjadi ahli elektronika kalian harus tahu komponen elektronika yang sering di pakai, baik berikut komponen dasar elektronika :

RESISTOR

Komponen resistor memiliki dua kutub, Tegangan yang dihasilkan oleh resistor berbanding dengan arus listrik yang melalui resistor tersebut sesuai dengan hukum Ohm: V = I . R Resistor merupakan elemen dalam suatu jaringan listrik dan rangkaian elektronik, resistor banyak digunakan pada sebagian besar peralatan elektronik. Praktis resistor dapat dibuat dari berbagai senyawa dan film, serta resistensi kawat (kawat terbuat dari paduan Resistivitas tinggi, seperti nikel / krom). Karakteristik utama dari sebuah resistor adalah resistensi, toleransi, tegangan kerja maksimum dan besarnya daya. Karakteristik lainnya meliputi koefisien temperatur,noise dan induktansi. Resistor dapat diintegrasikan ke dalam sirkuit terintegrasi (integrated circuits) atau yang biasa disebut dengan IC. Ukuran resistor secara fisik harus cukup besar, hal ini dibutuhkan pada saat membuang energi panas yang melewatinya.

Warna Resistor
Nilai besaran resistor ditentukan oleh warna yang terdapat di badan resistor. Warna pada body resistor tidak ada pengaruhnya. Sebagai contoh, hijau-biru-kuning-merah adalah 56 x 104Ω = 560 kΩ ± 2%. Deskripsi yang lebih mudah adalah: pita pertama, hijau, mempunyai harga 5 dan pita kedua, biru, mempunyai harga 6, dan keduanya dihitung sebagai 56. Pita ketiga,kuning, mempunyai harga 104, yang menambahkan empat nol di belakang 56, sedangkan pita keempat, merah, merupakan kode untuk toleransi ± 2%, memberikan nilai 560.000Ω dan nilai keakurasian ± 2%.

KAPASITOR

Kapasitor merupakan komponen elektronika yang terdiri dari dua keping logam paralel yang dipisahkan oleh isolator.Jenis kapasitor dibedakan berdasarkan bahan dielektrik, antara lain keramik, mika, poliester, kertas, udara, dll. Kapasitor dapat menyimpan energi listrik, seperti pada accumulator. Kapasitor akan berbahaya bila di-charge dengan tegangan tinggi, Jika perlu, kapasitor dengan kapasitas besar harus dibuang energinya melalui resistor untuk membatasi debit arus.

Kapasitor terdiri dari berbagai macam bentuk dan ukuran. Besarnya nilai kapasitansi ditunjukan dengan angka numeric. Satuan dalam kapasitor adalah farad. Satuan untuk ukuran dalam farad sangat besar. Sehingga nilai kapasitor dibagi dalam satuan microfarads, nanofarads atau picofarads.

Kapasitor memiliki tegangan kerja maksimum, biasanya tegangan maksimum pada kapasitor tertera pada body kapasitor itu sendiri. Misalnya 100 nF/500V

Hal ini memiliki arti, tegangan di terminal tidak boleh melebihi nilai tegangan yang sudah ditetapkan, bila melebihi besarnya nilai yang ditetapkan akan mengakibatkan kapasitor tersebut rusak, bahkan meledak. Sebaiknya tegangan pada terminal kapasitor lebih rendah dari nilai yang ditetapkan.

TRANSISTOR

Pada umumnya, transistor memiliki 3 kaki terminal. Tegangan atau arus pada salah satu terminalnya mengatur arus yang lebih besar yang melalui 2 terminal lainnya. Transistor adalah komponen yang sangat penting dalam dunia elektronik modern. Dalam rangkaian analog, transistor digunakan dalam amplifier (penguat). Rangkaian analog melingkupi pengeras suara, sumber listrik stabil, dan penguat sinyal radio. Dalam rangkaian-rangkaian digital, transistor digunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi. Beberapa transistor juga dapat dirangkai sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate, memori, dan komponen-komponen lainnya.

Cara Kerja Transistor

Dari banyak tipe-tipe transistor modern, pada awalnya ada dua tipe dasar transistor, Bipolar Junction Transistor (BJT atau transistor bipolar) dan Field Effect Transistor (FET), yang masing-masing bekerja secara berbeda.

Transistor bipolar dinamakan demikian karena kanal konduksi utamanya menggunakan dua polaritas pembawa muatan: elektron dan lubang, untuk membawa arus listrik. Dalam BJT, arus listrik utama harus melewati satu daerah/lapisan pembatas dinamakan depletion zone, dan ketebalan lapisan ini dapat diatur dengan kecepatan tinggi dengan tujuan untuk mengatur aliran arus utama tersebut.

FET (juga dinamakan transistor unipolar) hanya menggunakan satu jenis pembawa muatan (elektron atau hole, tergantung dari tipe FET). Dalam FET, arus listrik utama mengalir dalam satu kanal konduksi sempit dengan depletion zone di kedua sisinya (dibandingkan dengan transistor bipolar dimana daerah Basis memotong arah arus listrik utama). Dan ketebalan dari daerah perbatasan ini dapat dirubah dengan perubahan tegangan yang diberikan, untuk mengubah ketebalan kanal konduksi tersebut. Lihat artikel untuk masing-masing tipe untuk penjelasan yang lebih lanjut.

Jenis Jenis Transistor

Secara umum, transistor dapat dibeda-bedakan berdasarkan banyak kategori:

Materi semikonduktor: Germanium, Silikon, Gallium Arsenide
Kemasan fisik: Through Hole Metal, Through Hole Plastic, Surface Mount, IC, dan lain-lain
Tipe: UJT, BJT, JFET, IGFET (MOSFET), IGBT, HBT, MISFET, VMOSFET,MESFET, HEMT, SCR serta pengembangan dari transistor yaitu IC (Integrated Circuit) dan lain-lain.
Polaritas: NPN atau N-channel, PNP atau P-channel
Maximum kapasitas daya: Low Power, Medium Power, High Power
Maximum frekwensi kerja: Low, Medium, atau High Frequency, RF transistor, Microwave, dan lain-lain
Aplikasi: Amplifier, Saklar, General Purpose, Audio, Tegangan Tinggi, dan lain-lain

INDUCTOR

Induktor adalah komponen elektronika pasif yang dapat menyimpan energi elektrik di dalam medan magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melaluinya. Kemampuan induktor untuk menyimpan energi magnetik diukur dengan alat yang namanya induktansi meter, dengan satuannya adalah Henry. Biasanya sebuah induktor berbentuk sebagai kumparan, loop, untuk menghasilkan medan magnet yang kuat di dalam kumparan. Induktor adalah salah satu komponen elektronik dasar, yang digunakan dalam rangkaian sirkuit elektronik di mana arus dan tegangan berubah terhadap waktu.

INTEGRATED CIRCUITS (IC)
Sirkuit terpadu (bahasa inggris : integrated circuit atau IC) adalah komponen dasar yang terdiri dari resistor, transistor dan lain-lain. IC adalah komponen yang dipakai sebagai otak dari peralatan elektronika.

Pada komputer, IC yang dipakai adalah mikroprosesor. Dalam sebuah mikroprosesor Intel Pentium 4 dengan ferkuensi 1,8 trilyun getaran per detik terdapat 16 juta transistor, belum termasuk komponen lain. Fabrikasi yang dipakai oleh mikroprosesor adalah 60nm.

Sirkuit terpadu dimungkinkan oleh teknologi pertengahan abad ke-20 dalam fabrikasi alat semikonduktor dan penemuan eksperimen yang menunjukkan bahwa alat semikonduktor dapat melakukan fungsi yang dilakukan oleh tabung vakum. Pengintegrasian transistor kecil yang banyak jumlahnya ke dalam sebuah chip yang kecil merupakan peningkatan yang sangat besar bagi perakitan tube-vakum sebesar-jari. Ukuran IC yang kecil, tepercaya, kecepatan “switch”, konsumsi lisrik rendah, produksi masal, dan kemudahan dalam memperbanyak dengan cepat menyingkirkan tube vakum.

2 thoughts on “Belajar Elektronika dengan benar untuk Pemula”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *