Bagaimana Cara Kerja Kapasitor? Berikut Simak Penjelannya

Bagaimana Cara Kerja Kapasitor? Berikut Simak Penjelannya

Kapasitor dikenal sebagai salah satu Cara Kerja Kapasitor komponen yang terdapat pada elektronika pasif. Komponen ini merupakan hal yang paling mendasar dan kerap kali digunakan dalam rangkaian listrik. Sering kali disebut dengan kondensator, komponen satu ini menyimpan muatan listrik hanya dalam waktu semantara saja. Untuk lebih jelasnya simak cara kerja kapasitor berikut ini.

Mengenal Struktur Dasar Dari Kapasitor

Untuk kapasitor yang sederhana, biasanya akan terdiri dari dua keping pelat paralel. Kedua keping pelat paralel tersebut, nantinya akan dipisahkan dengan daerah yang non konduktif. Umumnya, untuk komponen ini akan memakai bahan utama yakni berupa bahan dielektrik.

Apabila anda belum mengetahui apa itu bahan dielektrik, maka bahan ini merupakan salah satu jenis dari isolator listrik. Yang mana isolater tersebut nantinya mampu untuk dikutubkan ataupun dipolarisasikan. Caranya adalah dengan menempatkannya ke dalam area medan listrik.

Ketika anda menempatkannya pada medan listrik, maka nantinya muatan listrik tersebut tidak akan mampu untuk mengaliri dengan menggunakan bahan tersebut, tidak seperti yang dilakukan oleh konduktor. Melainkan hanya mengalami sedikit pergeseran dari posisi rata rata setimbangnya. Dengan begitu akan mampu untuk menyebabkan polarisasi yakni polarisasi elektrik.

Sebelum mengenal bagaimana cara kerja kapasitor, maka anda bisa mengetahui apa saja bahan bahan dielektrik. Bahan tersebut antara lain, udara, keramik, kaca, mika, kertas dan juga film plastik. Untuk pelatnya sendiri akan bisa digunakan yakni aluminium foil dan juga cakram aluminium yang dipasangkan dengan arah yang berlawanan pada dielektrik padat.

Cara Kerja Dari Kapasitor

Kondensator ini akan dapat bekerja apabila kedua pelat dihubungkan dengan sumber tenaga DC ataupun tegangan yang searah seperti baterai. Nantinya, elektron akan didorong untuk menuju ke satu pelat. Hal ini akan dilakukan oleh terminal negatif yang terdapat pada baterai.

Sementara itu, elektron juga bisa ditarik dapat pelat yang lain oleh terminal positif yang ada pada baterai. Apabila terjadi perbedaan muatan diantara kedua pelat tersebut memiliki perbedaan yang terlalu besar, maka nantinya akan mampu menimbulkan suatu percikan. Sehingga nantinya akan bisa melompati celah yang berada diantara kedua pelat tersebut.

Kemudian cara kerja kapasitor selanjutnya adalah dapat meningkatkan jumlah muatan pada pelat. Cara tersebut daat dilakukan denan menempatkan bahan dielektrik yakni berupa non konduktif ke tempat diantara pelat tersebut. Hal ini dikarenakan dielektrik memiliki fungsi pada kapasitor. Yang mana akan bertugas sebagai spark blocker.

Dengan begitu, komponen tersebut akan berguna untuk meningkatkan kapasitas dari muatan kondensator. Untuk nilai dari kapasitas muatan tersebut tergantung kepada bahan dielektrik yang akan digunakannya. Apabila konstanta memiliki nilai yang cukup besar, maka dalam hal ini kapasitasnya pun juga akan semakin membesar.

Selain itu, terdapat pula faktor faktor lain yang bisa memberikan pengaruh pada tingkat kapasitor. Salah satunya adalah luas dari daerah permukaan kepingan dan juga jarak antar pelat yang ada di paralel tersebut. Sebab, semakin luas dari kepingan pelatnya, maka hal ini akan mempengaruhi nilai kapsitas yang semakin besar.

Akan tetapi, cara kerja kapasitor ini juga memiliki perbandingan terbalik dengan jarak yang ada diantara kepingan pelat tersebut. Pasalnya, semakin dekat jarak yang berada diantara kedua jenis pelatnya, tentu saja akan bisa memberikan nilai yang semakin besar pada kapasitasnya.

Itulah prinsip kerja dari kapasitor yang perlu anda tahu. Kapasitor ini umumnya akan berfungsi untuk penggeser fasa maupun sebagai penyaring atau filter pada power supply. Dengan mengetahui bagaimana cara kerjanya, hal ini akan memudahkan anda untuk menggunakannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *